Diet Untuk Hypertensi

Semua Tentang Diets Untuk Penderita tekanan Darah Tinggi

Diet adalah salah satu cara untuk mengatasi hipertensi tanpa efek samping yang serius, karena metode pengendaliannya yang lebih alami, jika dibandingkan dengan obat penurun tekanan darah yang dapat membuat pasiennya menjadi tergantung seterusnya pada obat tersebut (Sustrani, et al., 2005).

Diet Sehat

Diet Rendah Garam (Natrium)

Diet rendah garam bertujuan untuk membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. WHO menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekuivalen dengan 2400 mg natrium). Diet ini terbagi menjadi:

Diet rendah garam I (200 – 400 mg Na)

Diet rendah garam I diberikan kepada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi berat. Pada pengelolaan makanan tidah ditambahkan garam dapur. Dihindari bahan makanan yang mengandung kadar natrium tinggi.

Diet rendah garam II (600 – 800 mg Na)

Diberikan kepada pasien dengan edema, esites, dan atau hipertensi tidak terlalu berat. Pemberian makanan sehari-hari sama dengan diet rendah garam I. Pada pengolahan makanan boleh menggunakan ½ sdt garam dapur (2 gr). Hindari makanan yang kadar natrium tinggi.

Diet rendah garam III (1000 – 1200) : Diberikan pada pasien dengan edema dan atau hipertensi ringan. Pemberian makanan sehari sama dengan diet garam I pada pengolahan makanan boleh menggunakan 1 sdt (4 gr) garam dapur.

Sumber natrium adalah garam dapur, mono sodium glutamat (MSG), kecap, dan makanan yang diawetkan dengan garam dapur. Di antara makanan yang belum diolah, sayuran, dan buah mengandung paling sedikit natrium. Makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan tubuh, seperti yang tercantum dalam tabel berikut:

Kandungan Natrium Beberapa Bahan Makanan (mg/100)

Bahan makanan Kandungan Na (mg) Bahan Makanan Kandungan Na (mg)
Daging sapi

Hati sapi

Ginjal sapi

Telur bebek

Telur ayam

Ikan ekor kuning

Sardin

Udang segar

Teri kering

Susu sapi

93

110

200

191

158

59

131

185

885

36

Yogurt

Mentega

Margarin

Roti cokelat

Roti putih

Jambu monyet, biji

Pisang

Teh

Cokelat manis

Ragi

40

780

950

500

530

26

18

50

33

610

Sumber: Food Compotion Table for use in East Asia, FAO, 1972.

Untuk jenis garam yang biasanya di konsumsi dalam masyarakat diantaranya:

Garam laut (Garam Kasar) : Garam laut yang diperoleh penguapan air laut, biasanya digunakan dalam masakan dan kosmetik. Secara historis disebut garam teluk atau garam matahari, kandungan mineral yang ada memberikan rasa yang berbeda dari garam meja, yang murni natrium klorida. Garam laut mengandung 84 jenis mineral yang berbeda. Komposisi dari mineral-mineral yang ada di dalam garam laut diantaranya:

Kandungan mineral di dalam garam laut

Jenis Mineral Kandungan
Klorida (Cl ) 55,03%
Natrium (Na +) 30,59%
Sulfat (SO 4 2 –) 7,68%
Magnesium (Mg 2 +) 3,68%
Kalsium (Ca 2 +) 1,18%
Kalium (K +) 1,11%
Bikarbonat (HCO 3 ) 0,41%
Bromida (Br ) 0,19%
Borat (BO 3 3 ) 0,08%
Stronsium (Sr 2 +) 0,04%
Segala sesuatu yang lain 0,01%

Meskipun salinitas air laut cukup bervariasi di seluruh dunia, kandungan relatif dari mineral konstituen tetap sama. Karena garam laut umumnya kurang akan konsentrasi yodium, maka tidak disarankan apabila digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Kecuali, diimbangi dengan konsumsi yang mengandung banyak yodium, misalnya: produk susu dan olahannya, dan sumber lain yang tinggi yodium (Anonim, 2009).

Garam Beryodium (Garam Meja) : Garam beryodium adalah garam meja dicampur dengan jumlah menit iodida kalium , natrium iodida atau iodat natrium. Karena melalui proses pengeringan dengab suhu 1200° Fahrenheit maka menghilangkan kandungan dari 81 mineral lain. Garam beryodium digunakan untuk membantu mengurangi kejadian defisiensi yodium pada manusia. Kekurangan yodium biasanya menyebabkan masalah pada kelenjar tiroid, atau biasa disebut dengan gondok. Kandungan natrium dalam garam berkisar antara 50 – 60 % dan yodium didalamnya berkisar 46 – 77 ppm.

Garam Rendah Natrium (Lososa)

Garam yang digunakan bagi penderita hipertensi dan osteoporosis. Kandungan natrium dalam garam ini berkisar 30 – 35% (Anonim, 2009).

Diet Tinggi Serat : Diet serat tinggi bertujuan untuk memberi makanan sesuai kebutuhan gizi yagng tinggi serat sehingga dapat merangsang peristaltik usus agar defaksi berjalan normal. Makanan tinggi serat alami lebih aman dan mengandung zat gizi tinggi serta lebih murah. WHO menganjurkan asupan serat 25 – 30 g/hari. Diet serat tinggi menimbulkan rasa kenyang dan menunda rasa lapar. Saat ini dipasaran terdapat produk serat dalam bentuk minuman, tetapi penggunaannya tidak dianjurkan.

Serat larut air yaitu pektin, gum, dan mukilase dapat mengikat asam empedu sehingga dapat menutunkan absorbsi lemak dan kolesterol darah, yang nentinya dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit hipertensi dan jantung koroner. Serat merupakan bagian karbohidrat yang tidak dapat dicerna tubuh. Kelompok ini banyak terdapat pada buah, sayuran dan padi-padian. Sumber serat antara lain: buah-buahan (apel, jambu biji, belimbing, dan lain-lain), sayur-sayuran (buncis, kangkung, pare, dan lain-lain), serta padi-padian (Depkes RI, 2003).

Nilai Serat  Berbagai Bahan Makanan (g/ 100 gram)

Bahan makanan Kandungan Serat (g) Bahan makanan Kandungan Serat (g)
Beras hitam

Beras jagung

Keripik ubi

Biji mente

Kecipir

Kacang ercis

Kacang merah

Lamtoro dengan kulit

Rebung

Daun singkong

20.1

10.0

14.3

0.9

10.7

28.6

26.3

15.4

9.7

2.4

Sagu

Biji nangka

Oncom ampas kacang hijau

Kacang hijau

Kacang kedelai goreng

Kacang koro roay

Keripik tempe abadi besar

Mangga manalagi

Mangga kwini

Abon sapi

4,7

8

12.3

7.5

7.6

7.5

3.5

11.8

6.5

7.5

Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan, 2009

Sayuran dan bumbu dapur yang bermanfaat untuk pengontrolan tekanan darah, antara lain; tomat, wortel, seledri (sedikitnya 4 batang per hari dalam sup atau masakan lain), bawang putih (sedikitnya satu siung per hari. Bisa juga digunakan bawang merah dan bawang bombai), kunyit, lada hitam, adas, kemangi, dan rempah lainnya.

Prediktor kuat lain penyakit hipertensi adalah kandungan kolesterol , LDL, dan atau tingkat HDL yang abnormal. Tampak bahwa serat yang larut dapat mengurangi penyerapan kolesterol dalam pencernaan dengan cara mengikatnya dengan empedu (yang mengandung kolesterol) dan kolesterol diet sehingga dapat dikeluarkan oleh tubuh. Intervensi uji coba suplementasi serat dengan menggunakan kulit buah oat dan kacang dimana serat dikombinasikan dengan diet rendah lemak menghasilkan penurunan tingkat kolesterol total berkisar antara 8-26%. Penelitian lain menunjukkan bahwa 5-10 gram serat yang larut setiap hari dapat menurunkan kolesterol LDL sekitar 5%. Semua manfaat ini akan terjadi tanpa perubahan diet lemak. Penelitian eksperimen dengan menggunakan kelompok rendah lemak dan rendah lemak dengan tinggi serat, menghasilkan kelompok mengkonsumsi tinggi serat menunjukkan penurunan rata-rata konsentrasi kolesterol total lebih besar (13%) daripada rendah lemak (9%) dan diet biasa (7%).

Diet Rendah Energi dan Lemak : Diet rendah energi dan lemak adalah diet yang kandungan energi dan lemaknya dibawah kebutuhan normal, cukup vitamin dan mineral, serta banyak nmengandung serat yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Diet ini ditujukan untuk menurunkan berat badan yang pengurangaanya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebiasaan makanan dari segi kualitas maupun kuantitas. Lemak sedang (20-25%) yang berasal dari makanan yang mengandung lemak tidak jeniu ganda yang kadarnya tinggi. Karbohidrat rendah (55-65% dari kebutuhan energi total) yang berasal dari makanan sumber karboidrat kompleks untuk memberikan rasa kenyang dan mencegah konstipasi. Sebagai alternatif, bisa digunakan gula buatan sebagai pengganti gula sederhana.

Nilai energi dalam makanan diukur dalam unit kalori. Kandungan kalori dalam makanan bergantung kepada kandungan karbohidrat, protein dan lemak. Lemak menghasilkan kalori terbanyak mengikut berat 9 kalori bagi setiap gram. Nutrien lain tidak memberi pengaruh pada kandungan energi dalam makanan. Oleh karena itu, makanan yang mengandung banyak lemak adalah tinggi kalorinya. Sebaliknya, makanan tinggi kandungan airnya seperti sayur-sayuran dan buah-buahan rendah kalorinya.

Nilai Energi Berbagai Bahan Makanan (kkal/100 gram)

Bahan makanan kkal Bahan makanan kkal
Nasi

Gaplek

Jagung kuning, pipil

Ketela poho (singkong)

Mie kering

Roti putih

Ubi jalar merah

Kacang hijau

Kacang kedelai

Kacang merah

180

338

366

154

337

248

151

323

381

350

Tempe

Ayam

Daging sapi

Telur ayam

Ikan segar

Udang segar

Pepaya

Susu kental manis

Gula kelapa

selai/jam

201

298

201

154

113

91

46

343

386

239

Sumber: Daftar Komposisi bahan Makanan, Almatsier, 2003 dan DKBM, 2009

Membatasi konsumsi lemak dilakukan agar kadar kolesterol darah tidak terlalu tinggi. Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat mengakibatkan terjadinya endapan kolesterol dalam dinding pembuluh darah. Akumulasi dari endapan kolesterol apabila bertambah akan menyumbat pembuluh nadi dan mengganggu peredaran darah. Dengan demikian, akan memperberat kerja jantung dan secara tidak langsung memperparah hipertensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shop Diets

Weight Loss Diet

Blogroll

Recent Posts

About Me

Image and video hosting by TinyPic

    Secara garis besar blog yang sedang anda baca ini berisi beberapa katagori :

    INSPEKSI SANITASI Antara lain berisi checklist indikator dan parameter untuk mengukur dan menilai aspek sanitasi pada berbagai jenis sarana sanitasi.

    SANITARIAN GUIDE Berisi antara lain petunjuk teknis dan berbagai literature yang mendukung tugas dan fungsi Sanitarian maupun Public Health.

  • PUBLIC HEALTH INFO
  • Berisi berbagai informasi public health yang up to date.

  • INFO DIET
  • Berisi informasi diet dan tips hidup sehat lainnya.

    Best Regards

    MUNIF ARIFIN

    Dinkes Kab. Lumajang
    Email : munif.arifin@gmail.com