Ice Breaking

Ice Breaking – The Succes Key of Event ?

Hampir sebagian besar Sanitarian, juga merangkap sebagai Tenaga Penyuluh Masyarakat. Jika demikian tentu akan sangat intens berhubungan dengan acara pelatihan dan orientasi, baik bagi kader maupun lintas program. Berikut saya sampaikan tulisan tentang Ice Breaker yang sangat lazim digunakan pada berbagai acara dan orientasi.

 

Ice Breaking merupakan kegiatan ringan dalam sebuah acara yang bertujuan agar peserta acara mengenal peserta lain dan merasa nyaman dengan lingkungan barunya. Banyak bentuk kegiatan dalam ice breaking, mulai yang bersifat humor, informatif, maupun yang agak serius. Jika dilakukan dengan benar ice breaking bisa menjadi alat yang tepat untuk memfasilitasi kesuksesan suatu kegiatan.Ice-Breaker-Poster

 

Dalam bahasa Inggris, Ice Breaking dapat bermakna “memecah es”. Istilah ini sering dipakai dalam suatu acara dengan maksud menghilangkan kebekuan-kebekuan di antara peserta latihan, sehingga mereka saling mengenal, mengerti dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dimungkinkan karena perbedaan status, usia, pekerjaan, penghasilan, jabatan dan sebagainya akan menyebabkan terjadinya dinding pemisah antara peserta yang satu dengan yang lainnya. untuk melebur dinding-dinding penghambat tersebut, diperlukan sebuah proses ice breaking.

Kapan Ice breaking dibutuhkan? Biasanya kegiatan ini dilaksanakan pada pada pertemuan yang bersifat formal. Teknik ini sering digunakan ketika peserta belum saling kenal, belum pernah bekerja sama ataupun belum mengenal lingkungan sekitar. Kenyataan yang mendasari ice breaking antra lain kenyataan bahwa peserta sebuah acara dan kegiatan datang dari berbagai latar belakang yang berbeda, peserta perlu untuk bekerjasama secepatnya untuk satu tujuan, tim baru terbentuk, topik diskusi merupakan hal baru, atau dapat juga karena faktor fasilitator yang ingin lebih mengenal peserta atau sebaliknya.

 

Berdasarkan kenyataan diatas maka ice breaking dilaksanakan dengan tujuan :

a.    Menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara peserta.

c.    Terciptanya kondisi yang dinamis di antara peserta

d.    Menciptakan motivasi antara sesama peserta untuk melakukan aktivitas selama training berlangsung.

 

Master Key Ice Breaker

Kunci dari kesuksesan ice breaker adalah mengkhususkan kegiatan ini untuk menunjang agenda yang ada dan mencairkan suasana. Langkah – langkah Mendesain Ice Breaker:

  • Ketahui dulu “es-es” yang ada.
  • Klarifikasikan tujuan yang khusus pada sesi ice breaking ini.
  • Dengan Tujuan yang jelas desain sesi ice breaking bisa dimulai. Buat list pertanyaan bagaimana anda akan mencapai tujuan anda.

Metode

Banyak metode yang dapat dilakukan dalam ice breaking ini, di antaranya :

  1. Metode Ceramah, pelatih melakukan terlebih dahulu ceramah pembuka yang pada hakikatnya menjelaskan tentang beberapa hal, antara lain : pentingnya kesatuan dalam suatu komunitas, persamaan hak di antara sesama peserta, perlakukan yang sama,  tim building, kesadaran potensi, kerjasama antar kelompok dll.
  2. Metode Studi Kasus, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta untuk ikut andil memecahkan persoalan-persoalan praktis sehari-hari yang ditawarkan oleh pelatih, tujuannya adalah ;
  • Untuk melihat potensi awal yang dimiliki masing-masing peserta baik dari segi afektif, kognitif maupun psikomotornya.
  • Membiasakan peserta untuk berinteraksi dengan kelompoknya yang baru, dengan bertanya, menanggapi atau mengamati peserta lain.
  • Memberikan pengertian bahwa sejak hari itu mereka akan menjadi sebuah keluarga (sanak famili) sampai kapanpun.

3. Metode Sinetik, yaitu sebuah metode pengembangan sumbang saran, dimana dalam suatu pemecahan masalah dipadukan berbagai pendapat dari berbagai disiplin ilmu sehingga memunculkan solusi yang lebih kreatif terhadap persoalan yang muncul.

4. Metode Lorong Penuh Liku, metode ini dimulai dari membaca beberapa halaman dari buku, kemudian dipaksa untuk membuat keputusan. Berdasarkan keputusan itu peserta diinstruksikan untuk membuka pada suatu halaman tertentu yang telah disusun secara acak. Kemudian diberikan sebuah skenario yang berdasarkan keputusan yang telah dibuat dan keputusan lebih lanjut akan mengirim anda ke halaman muka atau halaman-halaman belakang dari buku, sampai akhirnya peserta keluar dari lorong-lorong tersebut, mungkin setelah melakukan beberapa langkah-langkah yang salah. (untuk penggunaan teknik ini, pelatih harus terlebih dahulu mempersiapkan bahan-bahannya).

5. Metode Simulasi dan Permainan, metode ini merupakan metode yang paling mudah dilakukan, pelatih mempersiapkan beberapa permainan yang bertujuan untuk memecah kebekuan (ice breaking games) peserta. Permainan ini banyak sekali bentuknya, di antaranya adalah ; permainan lempar kokarde, pesan berantai, ziq-zaq dan lain-lain. Tujuan simulasi ini adalah :

  • Terciptanya keakraban di antara peserta.
  • Masing-masing peserta dapat menghafal nama dan beberapa identitas penting peserta lainnya.
  • Tertanamnya anggapan bahwa mereka adalah satu kesatuan (solidaritas) “bila satu sakit, yang lain akan ikut merasakannya”.

Beberapa Contoh Ice Breaking :

1. Ice Breaker Perkenalan.

  • The Little Known Fact -> Menanyai Peserta tentang nama, alamat dll.
  • True or False -> Seorang peserta diminta memperkenalkan diri. kemudian fasilitator membuat sebuah pernyataan berkaitan dengan orang tersebut. kemudian fasilitator meminta kepada peserta untuk menebak, apakah pernyataan tadi benar atau salah?
  • Interviews -> Semua peserta di pecah menjadi beberapa group, dan masing – masing menginterview temannya. kemudian peserta di satukan kembali dan masing – masing di minta menceritakan hasil interview mereka.
  • Problem Solver -> Kondisikan Peserta menjadi kelompok – kelompok kecil. kemudian beri kelompok itu suatu soal untuk mengerjakan dalam waktu yang singkat.

2. Ice Breaker Team Building

Ball Challenge : Permainan Ini dibuat mudah untuk fokus pada tujuan bersama dan mendorong pada tiap peserta untuk menyatu dengan peserta yang lain. Cara permainan: Group di buat barisan melingkar, kemudian fasilitator memegang bola. kemudian fasilitator melempar bola itu ke peserta dan peserta melanjutkan dengan melemp

ar bola itu ke peserta yang lain. Sebelumnya peserta yang melempar bola itu harus menyebutkan nama peserta yang akan di lempar. begitu seterusnya. bisa dimodifikasi dengan mempercepat lemparan atau aliran bola dan juga dengan menambah jumlah bola sehingga tidak hanya satu.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Ice Breaking

  1. Seorang pelatih haruslah mempunyai naluri (feeling) khusus yang kuat ketika melakukan proses ice breaking. Ia harus tahu saat peserta sudah lebur atau belum dan masih harus dileburkan. Ketika peserta belum lebur namun ice breaking sudah dihentikan, hal ini akan menyusahkan sewaktu penyajian materi berikutnya.
  2. Saat melakukan ice breaking, seorang pelatih harus sudah dapat mendeteksi, (minimal beberapa orang dari peserta sudah masuk dalam memorinya) tentang potensi awal, sikap, sifat dan “karakteristik special” seorang peserta.
  3. Waktu yang disediakan untuk melakukan ice breaking sangat kondisional, tergantung kepada tingkat keleburan peserta. Ada peserta yang mudah lebur dan ada yang sulit lebur, karena perbedaan pendidikan, latar belakang, dll yang sangat signifikan. Oleh karena itu seorang pelatih harus mempunyai beberapa “jurus simpanan” yang harus dikeluarkannya bila peserta sulit mengalami peleburan antara satu dengan yang lainnya.
  4. Menimbulkan kesan positif, seorang pelatih haruslah dipandang oleh peserta dalam pandangan yang positif, baik dari segi pendapat, sikap, sifat dan interaksinya dengan peserta, karena tidak menutup kemungkinan nanti seorang pelatih akan menjadi tempat “curhat” paling dipercaya bagi peserta yang mengalami persoalan-persoalan khusus.

Terdapat hal-hal berikut penting sebagai informasi tambahan terkait Ice Breaking ini, diantranya penentu Kesuksesan sebuah ice breaking pada suatu acara antara lain :

  1. Membangun Kesan PERTAMA.
  2. Menumbuhkan KETERTARIKAN peserta.
  3. Membangun OTORITAS pembicara.
  4. Mencipta KENYAMANAN peserta n pembicara.
  5. Menyiapkan STATE of MIND (kesiapan menyimak materi).

Pada Tulisan Yang Akan Datang Insya Allah Akan Disampaikan Berbagai Macam Jenis dan Bentuk Ice Breaking …. Thanks For Coming …

One Response to Ice Breaking

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shop Diets

Weight Loss Diet

Blogroll

Recent Posts

About Me

Image and video hosting by TinyPic

    Secara garis besar blog yang sedang anda baca ini berisi beberapa katagori :

    INSPEKSI SANITASI Antara lain berisi checklist indikator dan parameter untuk mengukur dan menilai aspek sanitasi pada berbagai jenis sarana sanitasi.

    SANITARIAN GUIDE Berisi antara lain petunjuk teknis dan berbagai literature yang mendukung tugas dan fungsi Sanitarian maupun Public Health.

  • PUBLIC HEALTH INFO
  • Berisi berbagai informasi public health yang up to date.

  • INFO DIET
  • Berisi informasi diet dan tips hidup sehat lainnya.

    Best Regards

    MUNIF ARIFIN

    Dinkes Kab. Lumajang
    Email : munif.arifin@gmail.com