Keyword 1

Keyword 2

Infeksi Nosokomial

Pengertian dan Cara Penularan Infeksi Nosokomial

Pengertian Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi saat dirawat di Rumah Sakit.    Jelasnya pada saat masuk Rumah Sakit, pasien tersebut belum mengalami infeksi atau tidak dalam masa inkubasi kuman tertentu. Infeksi terjadi 3 x 24 jam setelah dirawat di RS atau infeksi pada lokasi yang sama tetapi disebabkan oleh mikroorganisme berbeda dengan mikroorganisme saat masuk, (Depkes RI, 1993).

Istilah infeksi nosokomial mempunyai bermacam istilah, seperti Cross infections atau infeksi silang, Hospital Infections,Hospital Acquired infections dan lain sebagainya, (Depkes RI, 1993). Beberapa batasan yang digunakan untuk melakukan diagnose suatu infeksi nosokomial adalah pasien-pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit (bukan pasien rawat jalan) sehingga dapat lebih dipastikan  bahwa infeksi didapatkan di Rumah Sakit. Hal ini dimungkinkan karena infeksi yang didapatkan pada pasien rawan jalan bisa diperoleh dimana saja, selain di tempat pelayanan kesehatan (rawat jalan). Jika pun infeksi dimaksud didapatkan di rumah sakit maka batasan yang umum dipakai adalah dirawat lebih dari tiga hari. Batasan ini juga akan sangat bersifat relatif, karena nantinya akan tergantung juga, misalnya pada masa inkubasi, dan lainnya.

Penyakit infeksi nosokomial dapat ditularkan kepada pasien melalui beberapa sumber infeksi yang memungkinkan, antara lain :

Faktor Petugas.- Perawat, Dokter, Bidan, Analis Kesehatan, maupun tenaga kesehatan lainnya yang melakukan kontak langsung dengan pasien dapat menularkan penyakit infeksi kepada pasien. Juga petugas yang tidak kontak langsung dengan pasien juga berperan penting dalam terjadinya infeksi nosokomial.

Faktor Alat – Proses sterilisasi dan kebersihan alat berperan penting dalam pencegahan infeksi nosokomial. Peran ini terutama dikendalikan oleh sebuah Central Sterilisation System Department pada suatu pelayanan kesehatan. Monitoring dan pengendalian misalnya dapat dilakukan dengan pemeriksaan angka kuman secara berkala pada peralatan yang digunakan.

Faktor pasien – Pasien dengan penyakit yang mudah menular besar sekali kemungkinannya untuk dapat menimbulkan infeksi nosokomial, sehingga diperlukan isolasi untuk pencegahan maupun perlindungan.

Faktor pengunjung – Pengunjung yang serba bebas dan tidak teratur sangat besar kemungkinannya dapat menimbulkan Infeksi Nosokomial.

Faktor Lingkungan – Ligkungan Rumah Sakit merupakan lingkungan yang sangat berbeda dengan lingkungan yang lain misalnya hotel, sekolahan dan kampus, perkantoran yang lain dimana rumah Sakit adalah tempat dirawat orang sakit sehingga disana banyak sekali kuman-kuman yang dapat menimbulkan penularan. Flora kuman di Rumah Sakit biasanya sudah resisten dengan obat-obat antibiotik yang ringan. Pemeriksaan angka kuman tiap ruangan merupakan upaya yang penting dalam pengendalian infeksi nosokomial.

 

Incoming search terms:

  • jurnal infeksi nosokomial
  • Infeksi nosokomial jurnal
  • makalah infeksh nosokomial dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shop Diets

Weight Loss Diet

Blogroll

Recent Posts

About Me

Image and video hosting by TinyPic

    Secara garis besar blog yang sedang anda baca ini berisi beberapa katagori :

    INSPEKSI SANITASI Antara lain berisi checklist indikator dan parameter untuk mengukur dan menilai aspek sanitasi pada berbagai jenis sarana sanitasi.

    SANITARIAN GUIDE Berisi antara lain petunjuk teknis dan berbagai literature yang mendukung tugas dan fungsi Sanitarian maupun Public Health.

  • PUBLIC HEALTH INFO
  • Berisi berbagai informasi public health yang up to date.

  • INFO DIET
  • Berisi informasi diet dan tips hidup sehat lainnya.

    Best Regards

    MUNIF ARIFIN

    Dinkes Kab. Lumajang
    Email : munif.arifin@gmail.com